Polda Sulsel Temukan Satu Juta Lebih Kendaraan Belum Bayar Pajak Periode 1990-2019

Date:

Polda Sulsel Temukan Satu Juta Lebih Kendaraan Belum Bayar Pajak Periode 1990-2019

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Restu Wijayanto

 Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat sebanyak 1.046.700 kendaraan roda dua dan empat di Sulsel belum membayar pajak sejak dari tahun 1990 sampai 2019.

Temuan jutaan kendaraan tersebut berdasarkan hasil catatan dari Tim Pembina Samsat, yang terdiri dari Ditlantas Polda Sulsel, Bapenda dan jasa Raharja Cabang Sulsel.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Restu Wijayanto mengatakan, total kendaraan di Sulsel kurang lebih 4 Juta sampai 5 Juta. Sehingga jika dikalkulasi dengan yang tidak bayar pajak itu sekitar 20 persen kendaraan.

Jutaan kendaraan tersebut berpotensi datanya dihapus dari sistem di kantor Samsat. Dikarenakan tidak menyelesaikan pembayaran pajak setelah lima tahun masa aktif STNK ditambah dua tahun berturut turut tak bayar pajak.

“Bukan blokir data, tapi dihapus. Kalau sudah dihapus data kendaraan tersebut, sudah tidak bisa lagi digunakan di jalan raya,” ungkap Restu, Senin (4/12/2023).

Ia menjelaskan, apabila sudah dihapus datanya, kendaraan itu tidak bisa lagi diurus surat-suratnya. Saat ini pun jelas Restu, pihaknya sudah mendatakan kendaraan yang akan dihapus.

“Dasar penghapusan data kendaraan karena dua faktor. Yakni karena permintaan pemilik kendaraan karena kendaraan rusak berat tak bisa digunakan lagi dan faktor masa STNK sudah habis ditambah dua tahun tak melakukan proses registrasi, ” ujarnya.

Olehanya, pihaknya mengajak seluruh pemilik kendaraan bermotor yang belum menyelesaikan kewajiban pajak dan registrasi kendaraannya, segera melakukan proses penyelesaian di Kantor Samsat terdekat.

“Selain itu, kami juga imbau kepada masyarakat apabila hendak membeli kendaraan bekas atau second, agar kiranya mengecek dulu datanya di Ditlantas,” ujar dia. (Isak Pasa’buan/B)

The post Polda Sulsel Temukan Satu Juta Lebih Kendaraan Belum Bayar Pajak Periode 1990-2019 appeared first on Sapulidi.

from Sapulidi https://ift.tt/qxLJejk
https://ift.tt/BmdSoDi
via Pakar SEO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

10 Best Free System Utilities for Windows, Mac and Linux in 2026 | FreeAppCenter 10 Best Free System Utilities for Windows, Mac and Linux in 2026 February 19, 2026 FreeAppCenter System Team System, Utilities 49 comments Top 10 free system utility applications for all platforms Keep your system running smoothly with free utilities — in […]

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Rapim TNI-Polri 2026 Bersama Presiden RI

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Ikuti Rapim TNI-Polri 2026 Bersama Presiden RI JAKARTA – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2026 yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (09/02/2026). Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia beserta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih […]

Kapolri Terjunkan Satgas Pangan Jaga Stabilitas Harga Bapokting Saat Ramadan

Kapolri Terjunkan Satgas Pangan Jaga Stabilitas Harga Bapokting Saat Ramadan bowo secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026. (Dok Istimewa) Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadan. Dia menginstruksikan Satgas Pangan Polri untuk segera bergerak melakukan intervensi guna mencegah […]

Demi Jaga Iklim Investasi, Kapolri Pantau Praktik Saham Gorengan di Pasar Modal

Demi Jaga Iklim Investasi, Kapolri Pantau Praktik Saham Gorengan di Pasar Modal Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan peringatan kepada para pelaku kejahatan di sektor keuangan. Dalam rangkaian Rapim Polri 2026, dia menegaskan Polri kini memantau ketat pergerakan pasar modal, terutama praktik manipulasi atau ‘saham gorengan’ yang merugikan investor. “Kita terus perhatikan dan […]